Lawang Sewu Jangan Jadi Hotel

Agustus 28, 2008

Semarang, Kompas – Lawang Sewu dan bangunan tua bersejarah lainnya di Kota Semarang harus tetap menjadi milik publik. Jika bangunan tua tersebut menjadi hotel berbintang, dikhawatirkan hanya segelintir orang yang bisa menikmatinya. Gedung Lawang Sewu akan menjadi daya tarik wisata jika dikelola dengan baik dan tetap menjadi ruang publik.

“Kami ingin Gedung Lawang Sewu menjadi gedung persahabatan Indonesia-Belanda. Kelak, gedung bisa disewa sebagai kantor perusahaan Belanda. Jadi, ada pemasukan dan gedung tetap terawat,” kata Direktur Program Pascasarjana Universitas Katolik Soegijapranata Semarang A Rudyanto Soesilo, Rabu (27/8)

Pendapat itu mengemuka dalam diskusi “Kota Lama, The Soul of Semarang” di Gedung De Locomotief, Kota Lama, Semarang. Turut hadir Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Belanda Paul Peters, Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip, dan Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL) Surachman.

Pada berita Kompas Jawa Tengah, Senin (21/1), PT Kereta Api dan investor swasta siap mengubah Gedung Lawang Sewu menjadi hotel. Total nilai investasi yang dikucurkan untuk mengubah fungsi gedung yang dulu menjadi Kantor Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij itu Rp 63 miliar. Tujuan pengalihan fungsi untuk menarik wisatawan.

Rudyanto mengatakan, Lawang Sewu yang berusia 100 tahun itu lebih bermanfaat jika dibangun sebagai ruang publik.

Tentang pengalihan menjadi kantor, Rudyanto mengatakan, gedung tidak murni menjadi perkantoran, tetapi juga sebagai galeri pertukaran budaya Indonesia dan Belanda. Kerja sama dengan Belanda untuk mengangkat sejarah kolonialisme di Lawang Sewu dan kawasan Kota Lama.

Berdasarkan studi banding di Melaka dan Singapura, Rudyanto menilai, bangunan tua di Indonesia harus memiliki fungsi berbeda atau didekontruksi agar bisa dinikmati banyak orang.

Bangunan tua

Surachman mengatakan, kondisi bangunan tua di kawasan Kota Lama kian memprihatinkan. Dari 300-an bangunan tua yang ada, sekitar 30 persen atau 90 bangunan tua dibiarkan tidak terawat oleh pemiliknya.

“Kami minta kesadaran dari pemilik bangunan untuk berkonsultasi kepada kami sehingga menemukan solusi untuk merenovasi bangunan,” kata Surachman. BP2KL berharap bangunan-bangunan di Kota Lama bisa menjadi tempat publik. Daerah itu kawasan wisata sejarah. (Den) Sumber Kompas

Entry Filed under: Semarang. Tag: , .

1 Comment Add your own

  • 1. isdiyanto  |  Oktober 22, 2008 at 10:37 am

    wah serem ga ya kalo lawang sewu jadi hotel???

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Duit Gratis

Get paid for sharing your links - Receive $5.00 just for signing up! Earn money from your website/blog by,selling text links, banner ads - Advertisers can, buy links, from your blog for SEO. Get paid through PayPal

Kategori

Blog Stats

Traffic